Yayasan Al-Busthomi dalam Waktu Dekat Bakal Memberangkatkan 57 Jamaah Umroh

CIREBON (CT) – Untuk kali kedelapan Yayasan Al- Busthomi kembali menggelar umroh khusus yang dipandu oleh Ustad Hermawan pada 17 April 2015 mendatang.

Dikatakan Ustad Ujang Busthomi selaku Pemilik Yayasan Al-Busthomi bahwa umroh ini nantinya akan diikuti sekitar 57 orang jamaah dengan lama perjalanan selama 9 hari.

“Alhamdulillah antusias jamaah yang ikut dalam rombongan kami semakin meningkat dari setiap pembrangkatan yang kini sudah masuk tahun keempat,” ujar ustad yang wajahnya akrab wara-wiri di salah satu stasiun swasta Tanah Air itu.

Diakuinya, tepat hari ini Minggu (12/04) pihaknya menggelar manasik menjelang keberangkatan ibadah umroh. Pelaksanaan manasik Yayasan Al-Busthomi kali ini digelar di masjid area Yayasan Al-Busthomi

“Fasilitas istimewa yang kami tawarkan diantaranya paket dengan harga terjangkau mulai dari $ 1.750. Kami melayani paket umroh reguler, umroh liburan, umroh ramadhan dan umroh khusus,” jelasnya.

Dipaparkan Ustad Ujang, keberangkatan umroh kali ini dirasa spesial lantaran kebanyakan diikuti oleh anggota kepolisian. Turut juga dalam perjalanan kali ini istri Ustad Ujang menambah khidmat suasana.

“Tak lupa disana nantinya kami juga akan mendoakan keselamatan WNI yang ada di Yaman,” tutup Ustad Ujang. (Wilda)

Ribuan Nelayan di Desa Mundu Pesisir Lakukan Tradisi Ritual Seserahan Kepala Kerbau ke Laut

CIREBON (CT) – Tradisi nadranan di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon rangkaian kegiatannya diakhiri dengan meluruk seserahan, berupa Kepala Kerbau yang dihanyutkan ke tengah laut, sebagai simbol rasa terimakasih kepada sang pencipta, atas berkah rejeki yang didapat selama satu tahun.

Pengarungan kepala kerbau ke tengah laut dilakukan, Sabtu (11/04) dengan diiringi ribuan warga dengan menggunakan ratusan perahu yang ikut meluruk seserahan di tengah laut. Nantinya Kepala Kerbau akan ditenggelamkan di tengah laut untuk pakan ikan.

Setelah menenggelamkan Kepala Kerbau di laut, para nelayan saling berebut benda atau makanan yang ada di perahu-perahu buatan dan juga nelayan akan menyirami perahunya masing-masing dengan air laut. Hal tersebut, menurut keperyaan mereka dengan  diyakini bisa membuang sial dan terhindar dari segala mara bahaya.

Menurut Sesepuh setempat, Sukaryo ritual meluruk Kepala Kerbau dan perahu buatan yang berisi berbagai jenis benda dan makanan, sebagai simbol buang kebel (membuang kesialan) juga sebagai rasa kebersamaan.

“Kita setiap hari mengambil ikan dan ini sebagai rasa trimakasih kepada Allah SWT, dengan memberikan kepala kerbau untuk makanan ikan-ikan di laut,” pungkasnya. (Riky Sonia)

Gelar Grand Opening, Restoran Puri Minang Ekspansi ke Kota Udang

CIREBON (CT) – Pecinta kuliner di wilayah Cirebon kini semakin dimanjakan oleh kehadiran Restoran Puri Minang yang menggelar grand opening tepat hari ini, Sabtu (11/04). Pembukaan restoran yang terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo ini dihadiri oleh banyak tamu yang berasal dari tamu undangan dari perwakilan instansi pemerintah dan swasta hingga tokoh masyarakat sekitar.

Dikatakan Edi Putra Darwis bahwa pembukaan restoran cabang kedelapan ini merupakan upayanya dalam ekspansi bisnis restoran khas Padang dengan menu andalan Ayam Pop, Sop Kepala Ikan, Rendang dan banyak lagi menu pilihan yang tersedia dengan harga terjangkau di Cirebon.

Edi menyadari perkembangan Cirebon yang semakin pesat sehingga membuatnya memberanikan diri membuka cabang di Kota Udang ini. “Target kami akan dibuka sekitar 2 outlet lagi di wilayah Cirebon. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan kami bisa hadir semakin dekat dengan konsumen setia kami,” papar Edi.

Dia berharap kehadiran Restoran Puri Minang di Cirebon bisa memberi warna baru dan pilihan tempat makan yang nyaman bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya, terutama pecinta kuliner pedas.

“Kapasitas tempat disini bisa menampung hingga 100-an orang lebih. Dengan fasilitas tambahan seperti musala, ruangan khusus merokok dan bebas rokok yang bisa digunakan sebagai tempat meeting, gathering, arisan, syukuran atau sekedar kumpul biasa,” kata Edi.

Pihaknya juga melayani pesan antar dengan transaksi minimal Rp. 50 ribu. Untuk pesan antar radius dalam Kota Cirebon, Edi mengaku tak memasang tarif khusus alias gratis. (Wilda)

Taman Golf Siwalk Setupatok Jadi Destinasi Favorit Artis dan Pejabat Cirebon

CIREBON (CT) – Siwalk Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon menjadi tempat wisata yang mengasyikan di wilayah Cirebon Timur. Pasalnya banyak wahana yang ditawarkan untuk dinikmati para pengunjung. Salah satunya yakni wahana permainan golf, yang tidak dimiliki tempat wisata lainnya.

Siwalk Setu Patok menyediakan lahan seluas 3 hektar untuk wahana permainan Golf. Dari segi fasilitas perlengkapan tergolong lengkap dan bagi pengunjung awam, bisa didampingi oleh pelatih yang juga disediakan oleh Siwalk untuk memanjakan pengunjung.

Untuk biaya wahana tersebut, tergolong murah. Pasalnya untuk sekali main dengan 100 bola dikenai biaya Rp. 40 ribu. Jika dengan Cady ada tambahan biaya Rp.20 ribu dan untuk sewa perlengkapan stick sebesar Rp. 30 ribu. Selain itu, Siwalk juga mengadakan promo harga bagi pengunjung, yakni untuk pemesanan 150 bola Golf, pemain cukup membayar 100 bola dan bagi pengunjung yang memesan Villa, gratis bermain Golf.

Menurut Divisi Golf, Lukman, banyak para pejabat, pengusaha asing dan bahkan artis pernah bermain Golf di Siwalk. Untuk wahana Golf buka setiap hari. “Banyak para pejabat yang bermain Golf di Siwalk, salah satunya mantan Bupati Cirebon Dedi Supardi, kemudian orang-orang Korea yang kerja di Cirebon dan juga Charly Setia Band juga pernah bermain disini,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola Siwalk, Ir. Kodrata mengatakan, kedepan, jika ada investor yang berminat untuk mengembangkan Siwalk tersebut, pihaknya terbuka untuk diajak kerjasama. Karena menurutnya, tempat wisata yang memiliki luas tanah sekitar 65 hektar tersebut, sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi tempat wisata yang diminati wisatawan.

“Kami terbuka jika ada investor yang mengajak kerjasama untuk mengembangkan Siwalk, karena dari segi lokasi sangat nyaman untuk tempat wisata,” pungkasnya. (Riky Sonia)

Tempat Luas dan Nyaman, RM Saung Injuk Jadi Favorit Gathering Pecinta Bola

KUNINGAN (CT) – Rumah Makan (RM) Saung Injuk yang terletak di Jalan Syekh Maulana Akbar, Kuningan Kota memang sering dijadikan tempat gathering atau berkumpul oleh banyak kalangan. Apalagi lingkungan bisnis kuliner ini memiliki motto yang memikat, seperti makan nyaman di lesehan.

“Rumah makan ini sebelumnya merupakan bisnis milik keluarga yang dikelola bersama sepupu sejak 1 tahun lalu,” ungkap pemilik RM lesehan tersebut, Maya (22) saat ditemui CT, Kamis (09/04).

Pantauan di lokasi, bangunan dalam meraup keuntungan dalam bisnis kuliner yang dilaksanakan sejak setahun lalu ini disertai dengan banyaknya menu makan yang lezat dan nikmat. “Menu andalan di sini, pedesan entog, bebek, dan ayam. Nah, untuk kapastias tempat itu bisa untuk seratusan orang,” katanya.

Maya mengatakan, rumah makan yang dilengkapi dengan hiasan taman dan memiliki gaya yang klasik dan mengambil tema zaman dahulu. Kondisi itu malah menjadi daya tarik pengunjung dari berbagai komunitas. “Di sini suporter bola atau komunitas pencinta bola tertentu juga sering nongkrong di sini,” ujar Maya seraya menegaskan bahwa di saung injuk ini, ada ruang VIP yang dilengkapi dengan sajian hiburan karaoke. “Harganya juga sebanding dengan rasa dan tempat yang disediakan yaitu kisaran Rp. 8000 – 25 000,” ungkapnya. (Ipay)

Putra Mahkota Keraton Kasepuhan Menjabat Direktur Gua Sunyaragi

CIREBON (CT)  – Putra Mahkota Keraton Kasepuhan, PR Lukman Zulkaedin SH dikukuhkan menjadi Direktur Badan Pengelola Taman Air Gua Sunyaragi (BP TAGS) Cirebon. Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadingrat SE di pungkuran komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (08/04).

Menurut Sultan Sepuh XIV, dipilihnya PR Lukman menjadi Direktur BP TAGS karena Objek Wisata Gua Sunyaragi saat ini sedang melalukan pembenahan, sehingga dibutuhkan semangat anak muda untuk membangun. Selain PR Lukman, jabatan wakil direktur diisi menantu Sultan Sepuh XIV, Muhammad Akbar yang juga seorang pengusaha rotan.

“Kita butuh semangat anak-anak muda untuk membangun gua sunyaragi, sehingga objek wisata ini dapat menjadi objek wisata layak kunjung di jawa barat,” Papar Sultan Sepuh XIV.

Sementara dalam pemaparannya, Putra Mahkota PR Lukman Zulkaedin berjanji akan membuat Gua Sunyaragi menjadi pusat destinasi wisata di Cirebon dan sekitarnya. Karena dengan kondisi gua sunyaragi saat ini yang sudah bersih dan tertib, pihaknya optimis dapat meningkatkan jumlah wisatawan.

“Saat ini jumlah pengunjung 750 perhari dan bisa mencapai 1000 saat akhir pekan. Nantinya kita akan membangun sejumlah kios hingga resto yang dapat menunjung wisatawan.” Ujar PR Lukman.

Sementara, Badan Pengelola Taman Air Gua Sunyaragi akan membangun 12 kios cinderamata/oleh-oleh, 12 kios makanan, 12 resto dan panggung budaya. Selain itu, pihaknya juga akan mengadakan pagelaran seni setiap minggu dan pagelaran seni saat bulan bulan purnama. (Kir raharjo/Wilda)

Situs Wisata Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga di Kota Cirebon Masih Jadi Tujuan Rekreasi Keluarga

CIREBON (CT) – Taman wisata kalijaga atau yang lebih dikenal sebagai Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga ini, meski meski kondisinya sudah nampak tak terawat, namun masih banyak pengunjung yang memilih tempat wisata ini, baik dari dalam kota maupun luar kota cirebon.

Tempat wisata yang berlokasi tepat di tengah pemukiman penduduk Kampung Kalijaga, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon ini, masih menjadi tujuan para wisata yang hendak jiarah atau sekedar membuang kepenatan dengan memberikan makan sejumlah binatang kera yang ada di taman di kota cirebon itu.

Seperti halnya, Iing (42) seorang warga asal Tanggerang ini, selalu menjadikan taman wisata Kalijaga menjadi salah satu daftar tempat yang akan dikunjungi. Menurutnya, kesan pertama yang ia rasakan ketika turun dari kendaraan adalah bahwa petilasan ini seperti kurang mendapat perhatian yang cukup dari dinas terkait.

“Sehingga terkesan seperti tampil apa adanya. Sebetulnya unik tempat wisatanya, jarang ada di kota lain tapi kayanya kurang diperhatikan dengan baik olah pemerintahan Kota cirebon, padahal sayang banget ini tempatnya bagus,” ucapnya kepada “CT”, Selasa (07/04).

Selain itu, dikatakan Iing di dalam tempat wisata ini selain unik memiliki sejarah yang cukup misterius, pasalnya keberadaan hewan kera ini yang dikatakan oleh sejumlah warga sekitar bahwa hewan kera tersebut bukanlah hewan yang sembarangan.

“Pernah si nanya ke temen yang kebetulan punya rumah di deket sini, katanya sih kera di sini sebetulnya manusia. Namun karena melakukan kesalahan akhirnya dihukum dan dikutuk menjadi seekor kera,” tandasnya.

Meski banyaknya sejarah dan keunikan di tempat wisata ini, namun dari survai yang dihasilkan bahwa di tempat wisata Taman Kera Kailjaga tak pernah sepi setiap harinya, bahkan dikala weekend pun pengunjung mengalami peningkatan 2 kali lipat dibanding hari biasanya. (Dea Deliana)

Jadi Lautan Manusia, Ratusan Talent Berbusana Unik Motif Mega Mendung Meriahkan Cirebon Festival 2015

CIREBON (CT) – Ribuan masyarakat Cirebon dan sekitarnya memadati kawasan Jalan Tuparev area berlangsungnya perhelatan Cirebon Festival 2015, Minggu (05/04) sore.

Ratusan talent berbusana unik motif mega mendung yang dikreasikan dengan gaya kaum urban berhasil menarik perhatian lautan manusia yang membanjiri Jalan Tuparev sejak pagi tadi.

Salah satu pengunjung, Sherly Adilla warga asal Desa Arumsari Sumber mengaku sudah sejak pukul 10 pagi menantikan perhelatan yang memang baru pertama kali digelar di Cirebon ini.

“Talentnya unik dan seru. Ini merupakan acara penuh kreativitas yang perlu dilestarikan dan dijadikan agenda rutin,” jelas wanita tinggi semampai ini kepada CT.

Dia mengaku rangkaian HUT Kabupaten Cirebon ke-533 tahun kali ini dirasa berbeda lantaran acara yang digelar kaya akan muatan lokal.

“Ini menjadi apresiasi tersendiri bagi warga Cirebon. Selain menjadi hiburan yang kaya akan khasanah kebudayaan lokal, parade fashion unik yang ditampilkan dapat memacu insting kreatifitas seniman dan desainer khususnya asal Cirebon agar dapat lebih mengkreasikan bakat seninya melalui event seperti ini,” katanya bangga.

Sherly pun mengucapkan Selamat Hari Jadi bagi Kabupaten Cirebon yang ke-533 tahun. Semoga masyarakatnya semakin maju dan sejahtera.

“Selamat Ulang Tahun Kabupaten Cirebon tercinta, semoga terus jaya dan semakin eksis di mata dunia,” ujarnya bersemangat. (Wilda)

Dukung Pariwisata Nasional, BNI Tawarkan Promo Tiket Penerbangan Garuda Indonesia

CIREBON (CT) – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menawarkan promo tiket penerbangan Garuda Indonesia dengan harga menarik guna mendukung industri pariwisata nasional.

Promo tiket tersebut dapat diperoleh pada pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015. Penyelenggaraan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perencanaan perjalananannya menggunakan pesawat secara lebih mudah, ringan dan banyak manfaat.

Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni mengatakan, Garuda memberikan berbagai penawaran spesial harga tiket ke berbagai tujuan perjalanan, ditambah berbagai kemudahan dan keringanan dengan transaksi menggunakan Kartu BNI.

“Dengan berbagai kemudahan dan manfaat bertransaksi ini, mudah-mudahan juga mendorong masyarakat untuk banyak melakukan perjalanan menuju destinasi-destinasi obyek wisata di Tanah Air,” kata dia dalam rilis yang diterima Cirebontrust.com.

Pameran kali ini juga merupakan kesempatan untuk mengenalkan destinasi wisata sekaligus memberi kemudahan dan keringanan dalam biaya perjalanan, tentunya dengan fasilitas dari BNI.

“Secara tidak langsung, kami juga turut mendorong perkembangan pariwisata yang saat ini sedang digencarkan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata. Banyak yang bilang Indonesia adalah surga wisata karena masih banyak destinasi tersembunyi yang belum terekspos atau mungkin karena mahalnya biaya transportasi,” tambah Baiquni.

BNI telah bekerja sama dengan Garuda Indonesia untuk menyelenggarakan event GATF Jakarta sejak 2013 dan mampu mencatat kenaikan jumlah transaksi signifikan setiap tahunnya.

Dalam GATF 2015 ini, BNI sebagai bank partner akan memberikan kesempatan bagi para pengguna jasa Garuda dan pemegang Kartu Kredit dan Debit BNI untuk mewujudkan impian berwisata baik di dalam maupun luar negeri dengan harga yang kompetitif.

Program yang disiapkan BNI di antaranya, setiap penggunaan Kartu Kredit BNI para pengunjung dapat menikmati BNI Installment 0% selama 3 bulan, 6 bulan atau 9 bulan dan 12 bulan dengan bunga ringan sebesar 0,8%. Para pengunjung juga dapat berhemat hingga 50% dengan menggunakan BNI Reward Points. (Wilda)

Promosi Pariwisata, Keraton Kasepuhan Gelar Seni Pesanggrahan Sunyaragi

CIREBON (CT) – Acara pementasan seni tradisional Kota Cirebon bertajuk Gelar Seni Pesanggrahan Sunyaragi, yang digelar di objek wisata Taman Air Gua Sunyaragi, Minggu pagi (05/04), disambut antusias warga dan para pengunjung.

Kegiatan yang bertujuan untuk membudayakan kesenian tradisional Kota Cirebon ini, dimulai pada pukul 10.30 WIB. Acara dihadiri Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat, dan sejumlah tokoh seniman di wilayah tiga Cirebon.

Tarian tradisional khas Cirebon yang ditampilkan yakni tari topeng kelana, sintren, dan kesenian tayub dari sanggar seni keraton Kasepuhan Kota Cirebon. tari Topeng kelana dibawakan langsung oleh putera maestro tari topeng Cirebon, Inu Kertapati.

Sultan sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon Arief Natadiningrat mengatakan, pementasan seni budaya Cirebon ini sengaja digelar sebagai upaya mempromosikan seni tradisi khas Cirebon dan taman wisata Gua Sunyaragi.

“Acara ini sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Cirebon, juga sebagai sarana promosi pariwisata,” kata Arief. (Dea/Kir Raharjo)