WISATACIREBON.COM – Tokoh Pemuda dan Warga Apresiasi FKSM: “Tidak Ada Kota Kreatif Tanpa Arsip” | Gelombang apresiasi mengalir dari warga dan tokoh pemuda setelah Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025 yang berlangsung di Pelabuhan Pelindo Cirebon sukses menarik ribuan pengunjung selama tujuh hari, pada 17–23 November 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Image2 1

Euforia kreatif itu bahkan berlanjut melalui perhelatan musik 0231 Calling pada 30 November 2025, yang kembali mempertemukan ratusan anak muda dari berbagai komunitas seni dan budaya.

Warga Soroti Pentingnya Arsip bagi Kota Kreatif

Salah satu warga sekitar, Kiki, menyampaikan apresiasi sekaligus pandangannya tentang pentingnya dokumentasi dalam perkembangan kota.

“Tidak ada kota kreatif tanpa arsip. Apa yang terjadi di 0231 Calling dan FKSM adalah momen yang harus disimpan, bukan dibiarkan hilang,” ujarnya. Selasa (02/12/2025).

Baginya, dua gelaran tersebut mencerminkan energi besar anak muda Cirebon yang tengah membangun ekosistem kreatif secara serius.

Energi Musik Anak Muda Warnai Kota

Acara 0231 Calling yang digelar di Himas Coffee & Eatery dipadati sekitar 300 anak muda. Mereka bernyanyi bersama, saling dorong, tertawa, dan larut dalam atmosfer musik tanpa membedakan latar belakang.

Line-up lintas genre—mulai dari @poisonnova666, @anthrprjct, @jamessteadyrawkandbeat, @baxlaxboy, @goodoldreams, @handofchainhc, @marryanne_____, @themymy hingga kolaborasi hip-hop @jsk.record × @noyzeborn—menjadikan acara tersebut lebih dari sekadar gig, melainkan pesta sosial.

“Sudah 10 tahun tidak ada acara musik seramai ini di Cirebon,” ungkap salah satu panitia. Pernyataan ini disebut banyak tokoh pemuda sebagai penanda adanya “jurang kreatif” yang kini mulai terisi kembali.

Jaringan Komunitas Kreatif Terhubung Kembali

Tokoh pemuda Cirebon, Rio Dewanto, menilai geliat ini adalah hasil proses panjang.

Ia sudah mengikuti berbagai kegiatan sebelum 0231 Calling dan mengenal sejumlah komunitas seperti Pentas Irama, Eastwild, Tohir Crew/United Control, dan Subsonic yang menjadi motor pergerakan skena musik.

“Dari Pre-Event sampai acara puncak, saya melihat Cirebon membangun dirinya perlahan namun konsisten,” ujarnya.

Rio juga menyoroti platform ticketing lokal Livotix yang menjadi bukti bahwa gelaran semacam ini adalah fondasi pembangunan infrastruktur budaya di Cirebon.

Kesadaran Mengarsip Jadi Pembahasan Penting

Di tengah euforia acara, Kiki membuat video jurnal mentah berdurasi 2 jam 30 menit sebagai bentuk pengarsipan.

Ia mengatakan kebiasaan mendokumentasikan acara lahir dari pengalamannya mengikuti ekosistem kreatif di kota lain dan program-program seperti Indonesian Visual Art Archive (IVAA), Pehagengsi, Tutbek, hingga Bioscil.

“Dokumentasi adalah bahan bakar kota kreatif. Ia memastikan energi yang lahir hari ini tidak menghilang begitu saja,” jelasnya.

Namun ia juga memberikan catatan kritis terhadap 0231 Calling—yakni absennya publikasi fisik seperti booklet, flyer, dan profil musisi yang bisa menjadi arsip kolektif.

“Informasi hanya lewat MC. Padahal publikasi fisik adalah cara kota menyimpan ingatannya,” ujarnya.

FKSM Jadi Gerbang Pemahaman Ekosistem Kreatif

Kiki yang terlibat dalam tim publikasi FKSM menyebut bahwa festival tersebut menjadi titik balik dalam memahami ekosistem seni Cirebon.

Selama tujuh hari, ribuan pengunjung hadir, saling berbincang, mencipta karya, dan memperluas jejaring.

“Kota ini sedang berada di titik didih momentum kreatifnya,” ungkapnya.

Ia melihat 0231 Calling sebagai kelanjutan energi FKSM yang menegaskan bahwa anak muda Cirebon tengah menulis bab baru dalam sejarah budaya mereka.

Ajakan Menjaga Ingatan Kolektif

Menurut Kiki, mengarsipkan momentum bukan sekadar dokumentasi, tetapi cara sebuah kota belajar dari dirinya sendiri.

“Yang tidak disimpan hari ini tidak akan menjadi pengetahuan kota besok,” pungkasnya.

Gelombang apresiasi dari warga dan tokoh pemuda ini menjadi sinyal kuat bahwa Cirebon tengah memasuki fase penting kebangkitan kreativitas—sebuah masa ketika energi anak muda, komunitas, dan kesadaran mengarsip tumbuh beriringan.

Reporter: WISATA CIREBON